Rangkuman Materi Seni Budaya ( Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Seni Theater)
Rangkuman Materi Seni Budaya ( Seni Rupa, Seni Musik,
Seni Tari, Seni Theater
PENGERTIAN
SENI
Demikian
universalnya seni sebagai bagian dari kebudayaan, sehingga wajar jika ada
banyak definisi seni yang dikemukakan, diantaranya :
1.
HERBERT READ :
Seni adalah ekspresi dari penuangan hasil pengamatan dan pengalaman yang
dihubungkan dengan perasaan, aktifitas fisik dan psikologis ke dalam bentuk
karya.
2.
ENSIKLOPEDIA INDONESIA :
Seni adalah penciptaan segala hal atau bentuk benda yang karena keindahan
bentuknya maka orang senang melihatnya atau mendengarnya.
3.
ACHDIAT KARTAMIHARDJA
:Seni adalah kegiatan rohani yang dapat merepleksikan realitas ke dalam bentuk
karya dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman rohani si
penerimanya.
B. Fungsi Seni
1. Fungsi Individual
Seni dapat memenuhi salah satu kebutuhan manusia baik fisik maupun psikis.
Fungsi seni dalam pemenuhan salah satu kebutuhan fisik lebih cenderung dipenuhi
oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan praktis (applied arts),
sedangkan kebutuhan psikis (rasa senang, sedih, haru, ngeri, duka dsb) dapat
dipenuhi oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan ekspresi (fine arts).
Fungsi individual yang dirasakan perorangan dapat dirasakan oleh seniman dan
bukan seniman yaitu melalui kegiatan kreasi dan atau apresiasi, kegiatan
berkarya atau penikmatan karya seni.
2. Fungsi Sosial :
a.
Fungsi sosial seni dalam bidang keagamaan
~>Seni dapat digunakan sebagai salah satu wahana atau media dakwah, seni
arsitektur dan dekorasi dalam tempat beribadah.
b. Fungsi
sosial seni dalam bidang pendidikan
~>Penggunaan seni sebagai media dalam kegiatan pembelajaran, contoh:
gambar/ilustrasi (seni rupa), nyanyian (seni musik), sosio drama (seni tari,
teater dan sastera).
c.
Fungsi sosial seni dalam bidang komunikasi
~>Seni yang bertujuan praktis (applied arts) maupun yang bertujuan ekspresi
(fine arts), keduanya memiliki fungsi menyampaikan pesan dari individu,
kelompok, organisasi, lembaga atau institusi kepada khalayak.
d. Fungsi
sosial seni dalam bidang hiburan atau rekreasi
~>Dalam hal ini seni sebagai karya yang dipertunjukan atau dipamerkan maupun
seni sebagai elemen yang menunjang sarana tempat hiburan itu sendiri baik unsur
dekorasi interior atau eksterior, arsitektur
C. Cabang cabang seni
1. Seni suara (musik)
dengan unsur utamanya suara, misalnya: suara manusia (vokal), suara alat musik,
dsb.
2. Seni rupa dengan unsur utamanya adalah unsur-unsur rupa
3. Seni tari dengan unsur utamanya gerak
4. Seni sastera dengan unsur utama bahasa
5. Seni peran (teater) disajikan dengan akting meliputi unsur bahasa, gerak,
dan musik
1.
SENI RUPA
A. Pengertian Seni Rupa
seni rupa adalah seni yang
nampak oleh indra penglihatan dan wujudnya terdiri dari unsur rupa berupa
titik, garis, bidang atau ruang, bentuk atau wujud, warna, gelap terang, dan
tekstur.
Pengertian seni rupa yang lainnya, adalah salah satu cabang seni yang
diciptakan manusia dengan menggunakan rupa sebagai medium pengungkapan gagasan
seni.
Applied Art/Seni Rupa Terapan adalah hasil karya seni rupa yang dapat digunakan
untuk keperluan kehidupan sehari hari.
Seni rupa murni dalam
bahasa Inggris pure art atau fine art adalah cabang seni rupa yang terlepas
dari unsur unsur praktis yang lebih mengkhususkan diri pada penciptaan
karya seni berdasarkan kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi.
B. Media Berkarya seni
rupa
1.
Media Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi
Media berkarya seni rupa dua dimensi meliputi bahan dan alat untuk menggambar.
Beragam pilihan media ber- karya seni rupa dua dimensi antara lain sebagai
berikut.
a. Pensil,
merupakan alat yang dapat digunakan meng- gambar secara utuh atau sketsa saja.
Kepekatan warna pensil dibedakan dengan inisial,yaitu H, B, dan HB.
b. Konte,
warnanya sangat hitam dan lunak. Cocok untuk membuat gambar potret atau benda
yang bertekstur halus.
c. Pastel
dan crayon, mempunyai bentuk dan bahan yang hampir sama, hanya berbeda
kandungan kapurnya. Warnanya cerah, cocok untuk teknik dussel atau arsir.
d. Drawing
pen dan milipen tersedia dalam berbagai ukuran. Hasil gambar antara drawing pen
dan milipen hampir sama, bedanya ujung pena drawing pen lebih lunak daripada
milipen. Drawing pen dan milipen cocok untuk teknik arsir.
e. Spidol,
tersedia dengan berbagai warna dan ukuran.Spidol berujung lunak dan bisa
bergerak spontan. Tebaltipisnya garis dapat diperoleh melalui tingkat
penekananspidol pada bidang kertas.
f. Cat
poster (poster colour) dan cat air (water colour), gambar yang dihasilkan dari
kedua media ini hampir sama, bedanya warna cat poster lebih cerah.
g. Tinta
bak atau tinta Cina, ada yang berupa cairan dan ada yang batangan, warnanya
pekat, sesuai untuk membuat blog, dan cara penggunaannya dengan bantuan kuas.
h. Cat
minyak (acrylic), terdiri atas beragam warna yang disertai minyak pengencernya.
Cat minyak ini digunakan untukmelukis pada kain kanvas.
i. Kain
kanvas dan spanram, merupakan satu kesatuan bahan. Kain kanvas menyatu dengan
spanram (bingkai kayu yang berguna untuk merentangkan kain). Kain kanvas adalah
bidang datar yang dibuat khusus untuk melukis.
j. Kuas,
untuk cat minyak berambut lebih kaku daripada yang digunakan untuk cat air.
Bentuknya ada yang pipih, ada pula yang runcing dengan berbagai ukuran.
k. Palet,
merupakan bidang datar yang dibuat untuk mengolah cat. Palet untuk cat air
dibuat dari plastik, sedangkan untuk cat minyak terbuat dari kayu.
l. Komputer,
merupakan media berkarya yang dewasa ini telah populer. Teknologi digital saat
ini memungkin- kan untuk membuat teknik gambar yang beragam.
2. Media dan Teknik
Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi
Media berkarya seni rupa
tiga dimensi sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan. Teknik
pembuatan seni rupa tiga dimensi sebagai berikut
a. Teknik
pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan alat pahat. Misalnya, membuat patung
danrelief dengan bahan dasar kayudan batu.
b. Teknik
butsir, yaitu membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan. Misalnya,
membuat keramik dengan bahan dasar tanah liat.
c. Teknik
cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan kemudian dituangkan
adonan berupa semen, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang
diinginkan. Misalnya, membuat patung.
d. Teknik
las, yaitu membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu kebahan lain
untuk mendapatkan bentuk tertentu. Misalnya, membuat patung kontemporer dengan
bahan dasar logam.
e. Teknik
cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat cetakan terlebih dahulu.
Misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen.
C. Pengelompokan Seni Rupa
1. Seni rupa dibedakan
menurut fungsi dan tujuannya :
a. Seni
rupa murni (fine arts/pure arts)
Yaitu cabang seni rupa yang dibuat semata-mata untuk dinikmati nilai
keindahannya saja. Jenis seni rupa ini lebih bertujuan estetis dan ekspresi si
pembuatnya, sehingga baik si pencipta maupun yang menikmati tebih merasakan
fungsi pemenuhan kebutuhan psikis (batin). Termasuk kedalam kelompok ini adalah
: seni lukis, seni patung, seni grafis dll.
b. Seni
Rupa terapan (applied arts/useful arts)
Yaitu cabang seni rupa yang dibuat untuk dinikmati nilai kegunaanya. Karya seni
rupa ini lebih mengutamakan nilai praktis atau pakai, tetapi tidak mengabaikan
nilai estetis. Contoh karya seni rupa terapan diantaranya : seni reklame, seni
ilustrasi, seni arsitertur, seni dekorasi, seni kriya dll.
2. Seni rupa dibedakan
berdasarkan bentuk :
a. Seni
rupa 2 dimensi (dwimatra) Karya seni rupa berupa bidang datar dan hanya bisa
dinikmati dari satu arah pandangan saja (dari depan), seperti : lukisan,
relief, gambar, grafis dll.
b. Seni
rupa 3 dimensi (trimatra) Karya seni rupa yang disamping memiliki ukuran
panjang dan lebar juga tinggi, sehingga dapat dilihat/dinikmati dari beberapa
arah, seperti : patung, dekorasi, kerajinan dll.
D. Cabang cabang seni
rupa
1. Seni lukis
Salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas
kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya.
2. Seni patung
Salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung dapat dibuat dari
bahan batu alam, atau bahan-bahan industri seperti logam,serat gelas, dan
lain-lain.
3. Seni Grafis
Merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang
bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Teknik cetak
konvensional antara lain :
√Cetak Tinggi ( Relief Print )
wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print
√Cetak Dalam ( Intaglio )
dry point, etsa, mizotint,sugartint
sablon ( silk screen )
√Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.
4. Seni keramik
Termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada
bentuk fungsional
E. Unsur- Unsur Seni Rupa
Unsur-unsur dasar karya
seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni
rupa.
Unsur-unsur itu terdiri dari :
1.Titik /Bintik
~>Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud
dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila
berkumpul atau berwarna beda.Titikyang membesar biasa
disebut bintik.
2.Garis
~>Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang,
warna, texture, dan lainnya. Pengertian lain dari garis adalah
kumpulan titik yang bertangkai.
3. Bidang
~>Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa
yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan
merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar
dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran,
oval, dan segi banyak lainnya
4.Bentuk
~>Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk
plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang
terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi,
ornamental, tak teratur dan sebagainya. Sedang bentuk plastis ialah bentuk
benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda
tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya
sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.
Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga
dimensi.
••Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut
kontur. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga, segi empat, trapesium dan
lingkaran.
••Bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan
bentuk-bentuk itu antara lain limas, prisma, kerucut, dan silinder.
Sifat atau karakteristik
dari tiap bentuk dapat memberikan kesan-kesan tersendiri seperti :
••Bentuk teratur kubus dan persegi, baik dalam dua atau tiga dimensi memberi
kesan statis, stabil, dan formal. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan
stabil.
••Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis, labil dan bergerak.
••Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif, energik, tajam, dan mengarah.
Dalam seni rupa, bentuk
pada dasarnya dibagi menjadi tiga, yaitu :
••Bentuk figuratif
Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature).
Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia ataupun alam
lainnya.
••Bentuk yang diabstraktif
Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami
perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut
dengan istilah stilasi atau deformasi. Di sini bentuk figuratif diubah hingga
tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadang-kadang
hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali. Contoh bentuk ini, misalnya
abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang, abstraksi binatang seperti burung
garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan.
Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif
seperti pada batik, hiasan keramik, karya ukiran, dan lain-lain.
••Bentuk abstrak
Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif, artinya
bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari
bentuk-bentuk alam. Ada tiga macam bentuk abstrak, yaitu bentuk abstrak murni,
abstrak simbolis, dan abstrak filosofis.
√Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan
bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda, misalnya segitiga, prisma,
kursi, lemari, sepatu, buku, rumah, dan lain-lain. √Bentuk simbolis, misalnya
huruf, tanda baca, rambu-rambu, lambang, dan lain-lain.
√Bentuk abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai
tertentu, misalnya agama, kepercayaan, dan lainnya.
5. Ruang
~>Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya
hawa udara. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua, yaitu
ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi
wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud
bentuk.
6. Warna
~> Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan
karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai
kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Warna dapat dikelompokkan
berdasarkan jenis warna, sifat warna, dan makna warna.
••Jenis warna
Dalam sistem Prang (The Prang System), warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat
dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut :
√ Warna primer, yaitu tiga warnapokok yakni merah, biru, dan kuning.
√ Warna sekunder / biner, yaitu perpaduan antara 2 warna primer
dan menghasilkan warna hijau,jingga dan ungu.
√ Warna intermediate, yaitu percampuran antara warna primer dengan warna
sekunder, menghasilkan warna kuning hijau,hijau-biru, biru-ungu,
merah-ungu,merah-jingga, dan kuning-jingga.
√ Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna
intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna.
√ Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna
tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna.
••Sifat warna
Sifat warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan
intensity.
√Hue
Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari
suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan
warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning
adalah perbedaan dalam hue.
√Value
Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga
dari hue. Untuk mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat
dicapai dengan cara menambahputih atau mempercair warna tersebut hingga memberi
kesan terang. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai
dengan menambah hitam. Value yang berada dipertengahan
disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high
value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih
terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap
disebut shade. Close value adalah value yang berdekatan
atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.
√Intensity
Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau
suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna. Warna-warna yang intensitasnya
penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna
yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut.
Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warna dapat dibagi dalam tiga tipe
yakni
°°Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan
satu warna, misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda.
°°Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan
berhadap-hadapan, memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu,
biru kontras jingga, dan merah kontras hijau.
°°Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan
beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau
kekuningan, dan kuning.
••Makna Warna
Sebagaimana unsur desain yang lain, warna juga mempunyai makna yang berbeda,
antara lain sebagai berikut :
√Merah mempunyai makna api, panas, marah, bahaya, aksi, gagah, berani, hidup,
riang dan dinamis.
√Putih mempunyai makna suci, mati, bersih, tak berdosa, dan jujur.
√Kuning mempunyai makna matahari, cerah, sukacita, terang, iri, dan benci.
√Kuning emas mempunyai makna masyhur, agung, luhur, dan jaya.
√Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh.
√Jingga mempunyai makna masak, bahagia, senja, riang, mashur, dan agung.
√Biru mempunyai makna tenang, kenyataan, damai, kebenaran, kesedihan dan setia.
√Hijau mempunyai makna dingin, sejuk, tenang, segar, mentah, pertumbuhan, dan
harapan.
√Merah muda mempunyai makna romantis, dan ringan.
√Ungu mempunyai makna kekayaan, berkabung, bangsawan, mewah, berduka cita, dan
mengandung rahasia.
√Hitam mempunyai makna tragedi, kematian, duka, kegelapan, gaib, tegas, dan
dalam.
Pemaknaan warna dipengaruhi
oleh aspek budaya setempat. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai
simbol, di masing-masing daerah atau wilayah, akan berbeda, sesuai dengan
pemaknaannya dalam budaya setempat.
Contoh :
bendera tanda adanya kematian, di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. Di
Yogjakarta, bendera merah, di Jakarta kuning, di Sulawesi putih, di
Sumatera merah, dan sebagainya.
Di negeri China, warna merah berarti Cinta, sedangkan di Indonesia berarti
marah atau berani.
7. Tekstur
Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu.
Suatu permukaan mungkin kasar, mungkin juga halus, mungkin juga lunak mungkin
juga kasap atau licin dan lain-lain. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata
dan tekstur semu, sebagai berikut :
••Tekstur nyata
Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan
adanya perbedaan permukaan suatu benda. Misalnya tekstur wool berbeda dengan
kapas, kain sutera berbeda dengan plastik, dan lain sebagainya. Tekstur ini
dapat dikelompokkan dalam tekstur alam, tekstur buatan dan tekstur reproduksi.
√Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam, misalnya daun,
kulit kayu, permukaan batu, dan lainnya. √Tekstur buatan adalah tekstur yang
tercipta dari susunan benda-benda alam, seperti tikar (dari daun yang disusun),
goni (dari pasir dan kertas). Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang
dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya, misalnya wallpaper.
••Tekstur semu
Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba
ternyata sama saja. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau
karena unsur perspektif.
Selain nilai raba pada suatu permukaan, tekstur juga dapat menimbulkan kesan
berat dan ringan. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya
dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong
F. Prinsip-prinsip Seni Rupa
Terdapat beberapa prinsip
dalam menyusun komposisi suatu bentuk karya seni rupa, yaitu:
1. Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan
merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang
satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi. Untuk menyusun
satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-unsur
dapat berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki kesatuan.
2. Keselarasan
(harmony)
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk
maupun warna untuk menciptakan keselarasan.
3. Penekanan
(kontras)
Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang
berlawanan.Perbedaan yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan
memberikan kesan yang tidak monoton.
4 Irama (rhytm)
Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan
terus-menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur,
berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan
unsur yang bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan
yang diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan
mendapatkan susunan dengan irama yang harmonis.
5. Gradasi
Gradasi adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna
secara berangsur-angsur.
6. Proporsi
Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan
bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan
kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu
dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.
7. Keserasian
Keserasian merupakan prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur rupa
walaupun berasal dari berbagai bentuk yang berbeda. Tujuan keserasian adalah
menciptakan keselarasan dan keharmonisan dari unsur-unsur yang berbeda.
8. Komposisi
Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi
susunan yang bagus, teratur, dan serasi.
9. Keseimbangan
(balance)
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur
sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi
susunan.
10. Aksentuasi
Aksentuasi adalah unsur yang sangat menonjol atau berbeda dengan unsur-unsur
yang ada di sekitamya.
G. Tokoh tokoh Seni Rupa
1. RADEN SALEH ( Semarang
1807 1880 )
Karya-karya lukisanya adalah saksi sejarah, banyak menceritakan mengenai
situasi pada jaman perjuangan dan kehidupan masyarakat khususnya Jawa. Salah
satu karya lukisanya yang terkenal adalah Penangkapan Diponegoro,. Gaya aliran
Lukisan saleh adalah gaya Naturalism, Realism dan Klasik.
Salah satu karya lukisan Raden Saleh berjudul ” Berburu” media lukisan cat
minyak diatas canvas, dikoleksi oleh Museum Mesdag, Belanda.
2. AFFANDI ( Cirebon
1907 1990 )
Gaya aliran Lukisanya adalah gaya baru dalam aliran lukisan modern khususnya
ekspresionism. Karya-karya Lukisanya banyak mendapatkan apresiasi dari para
pengamat seni baik dari dalam dan luar negeri, beliau aktif berpameran tunggal
di Negara-negara seperti: Inggris, Eropa, Amerika dan India, pada masa Tahun
1950-an.
Gaya aliran Lukisan Affandi adalah Abstrak yang masuk dalam bagian aliran
ekspresionism.
Salah satu karya lukisan Affandi berjudul “Wajah – wajah putra Irian” , media
lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 98cm X 126cm, dibuat tahun 1974
3. BASUKI ABDULLAH (
Surakarta 1915 1993 )
gaya aliran Lukisan Basuki Abdullah adalah Realism dan Naturalism.
Salah satu lukisan Basuk Abdullah berjudul ” Diponegoro memimpin pertempuran ”
media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 150cm X 120cm, dibuat tahun 1940
4. HENDRA GUNAWAN ( Bandung
1918 1983 ),
Karakter Lukisan beliau sangat berani dengan ekspresi goresan cat tebal, dan
ekspresi warna kontras apa adanya, karya Lukisanya banyak dikoleksi oleh para
kolektor dalam negeri. Perjalanan Aliran Lukisan karya Hendra Gunawan pada
awalnya adalah realism yang melukiskan tema-tema mengenai perjuangan sebelum
kemerdekaan, namun setelah era kemerdekaan, karya-karya lukisan ber metamorfosa
kedalam aliran lukisan ekspresionism, tema-tema lukisanya mengenai sisi-sisi
kehidupan masyarakat pedesaan.
Salah satu lukisan karya Hendra Gunawan berjudul ” Mencari kutu rambut ” media
lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 84cm X 65cm, dibuat tahun 1953.
5. S. SUDJOJONO (Kisaran,
Sumatera Utara 1913 – 1985
. Lukisanya mempunyai karakter Goresan ekspresif dan sedikit bertekstur, goresan
dan sapuan bagai dituang begitu saja ke kanvas.
Pada periode sebelum kemerdekaan, karya lukisan S.Sudjojono banyak bertema
mengenai semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajahan
Belanda, namun setelah jaman kemerdekaan lalu karya Lukisanya banyak bertema
mengenai pemandangan Alam, Bunga, aktifitas kehidupan masayarakat, dan cerita
budaya.
Salah satu lukisan karya S. Sudjojono berjudul ” Seko (perintis gerilya), media
lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 173,5cm X 194cm
6. POPO ISKANDAR ( Garut,
Jawa Barat 1929 2000 )
Lukisan Popo Iskandar banyak dikoleksi dan sekaligus dijadikan sebagai icon
dalam rumah bergaya modern dan minimalis, karya-karya Lukisanya banyak
mendapatkan apresiasi dari para pengamat seni, baik dalam dan luar negeri.
Salah satu lukisan karya Popo Iskandar berjudul ” Kucing mata hijau “, media
lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 30cm X 40cm
7. SRIHADI SOEDARSONO (
Solo 1931 )
. Gaya aliran lukisan karya Srihadi Soedarsono masuk dalam gaya aliran lukisan
modern kontemporer.
Salah satu lukisan karya Srihadi berjudul ” Borobudur II “, media lukisan cat
minyak diatas canvas, ukuran 95cm X 140cm, dibuat tahun 1982
8. JOKO PEKIK ( Grobogan,
Jawa Tengah 1938 )
mempunyai gaya dan karakter Lukisan yang khas, beliau banyak mengkritisi dalam
tatanan kehidupan sosial melalui karya Lukisanya.
Gaya aliran lukisan karya Joko Pekik masuk dalam gaya aliran lukisan realisme
sosialis.
alah satu lukisan karya Djoko Pekik berjudul “Berburu celeng” lukisan seharga
Rp. 1 Miliar, dibuat tahun 1998.
9. JEIHAN SUKMANTORO ( Solo
1938 )
Lukisan karya Jeihan harganya terus merangkak naik seiring dengan naiknya
kepopuleran nama dan karya-karya Lukisanya. Lukisan karya Jeihan termasuk dalam
gaya aliran lukisan figurative modern.
Salah satu lukisan Jeihan berjudul “Gadis berbaju putih” media lukisan cat
minyak diatas canvas, ukuran 60cm X 49cm, dibuat tahun 1975
10. WIDAYAT ( Kutoarjo, Jawa Tengah 1919 2002 )
sebagain besar karya Lukisanya bertema mengenai Alam, tumbuhan dan fauna
dilukis dalam gaya batik kontemporer.
Sang Pelukis maestro Widayat mengasah talentanya di ASRI ( Akademi Seni Rupa
Indonesia ) Jogja, yang di lalu hari didaulat untuk mengajar di akademi seni
rupa itu. Semasa hidupnya beliau sering mengadakan pameran baik tunggal ataupun
kelompok, di dalam dan luar negeri ( Italy, Kuwait dan Singapura ). Beberapa
penghargaan dibidang seni pernah disandangnya, atas dedikasinya dalam bidang
seni rupa.
2.
SENI MUSIK
A.
Pengertian Seni Musik
1. Jamalus (1988)
Musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi
musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur
musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai
satu kesatuan.
2. Rina (2003)
Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya dilakukan
melalui suara atau bunyi-bunyian.
3. Prier (1991) setuju
dengan pendapat Aristoteles bahwa musik merupakan curahan kekuatan tenaga
penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi)
yang berirama.
4. Menurut ahli perkamusan
(lexicographer)
Musik ialah: Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada,vokal maupun
instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja
yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional
Secara Umum, Musik adalah
bagian dari seni yang menggunakan bunyi sebagai media penciptaannya
B. Seni Musik Tradisional Jawa
Karawitan
Karawitan berasal dari kata : ka rawit an, rawit artinya halus
Karawitan menurut arti katanya adalah Kehalusan
•Karawitan menurut arti luas adalah Musik
•Karawitan menurut arti khusus adalah seni suara gamelan yang berlaraskan pelog
slendro
Pengertian Suara, Desah,
dan Nada
•Suara (Swabawa) :
Sesuatu yang kita ketahui sumber bunyinya
•Desah :
Sesuatu yang tidak kita ketahui sumber bunyinya
•Nada :
Suara yang tertentu dan mempunyai jumlah getaran tiap detik
Laras
Menurut arti khususnya, Laras adalah Enak didengar/indah
Menurut arti luasnya, Laras adalah Urut-urutan nada dalam satu gembyangan yang
tertentu tinggi rendahnya dan tertentu banyaknya.
Menggembyang adalah bila kita menabuh dengan dua kanan kiri bersama dengan
atara 4 nada (mengapit)
Contoh : 123561
••Ricikan Gamelan adalah
satuan dari alat-alat gamelan yang ditabuh
Nama-Nama Ricikan Gamelan :
√Rebab
Hanya satu jenis saja. Untuk keperluan dua perangkat gamelan pelog dan slendro
dibutuhkan dua buah rebab (satu untuk slendro dan satunya untuk pelog)
√Kendang
Berfungsi :
Sebagai pemimpin irama/gendhing
Sebagai pembentuk karakter/suasana gendhing
Ada 4 macam, yaitu :
~>Kendang Ageng/Kendang Gendhing dengan diameter 45 cm
Kendang Wayangan dengan diameter 40 cm
~>Kendang Batangan (Kendang Ciblon) dengan diameter 33 cm
~>Kendang Ketipung dengan diameter 25 cm
√Gender Barung
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu :
Satu untuk gender Slendro
Satu untuk gender Pelog Nem
Satu untuk gender Pelog Barang
√Gender Penerus
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu :
Satu untuk gender Slendro
Satu untuk gender Pelog Nem
Satu untuk gender Pelog Barang
√Bonang Barung
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung :
Satu ricikan bonang barung Slendro
Satu ricikan bonang barung Pelog
Bonang Penerus
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung :
Satu ricikan bonang barung Slendro
Satu ricikan bonang barung Pelog
Saron Barung
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,
√Saron Penerus
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,
Satu untuk laras slendro
Satu untuk laras pelog
√Demung
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,
Satu untuk laras slendro
Satu untuk laras pelog
√Slentem
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,
Satu untuk laras slendro
Satu untuk laras pelog
√Kenong
Berfungsi sebagai pemangku nada
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 10 pencon kenong
5 Pencon kenong slendro, yaitu bernada : 2 3 5 6 1
5 Pencon kenong pelog, yaitu bernada : 2 3 5 6 7
Kempul
Berfungsi sebagai pemangku irama
Tiap gamelan mempunyai kempul komplit slendro/pelog 10 buah
5 buah laras slendro
5 buah laras pelog
√Ketuk dan Kempyang
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah ketuk dan 2 buah kempyang.
Untuk ketuk slendro larasnya 2, untuk ketuk pelog larasnya 6
√Clempung
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah clempung, yaitu :
1 untuk laras slendro dan 1 untuk laras pelog
Siter
untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2
bentuknya seperti clempung, namun bentuknya lebih kecil
√Siter Penerus
untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2, Bentuknya lebih kecil
lagi. Nadanya 1 oktav lebih kecil dari siter
√Gambang
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah gambang, yaitu gambang slendro
dan gambang pelog
√Suling
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah suling, yaitu suling slendro
dan suling pelog
√Gong
Berfungsi sebagai penanda koma dan titik pada kalimat lagu
Gamelan Slendro dan Pelog mempunyai 3 buah gong
PENGERTIAN DALAM GAMELAN
•Gamelan Seperangkat
Gamelan laras slendro atau pelog yang komplit ricikannya
•Gamelan Sepangkon
2 Perangkat gamelan Slendro dan Pelog
•Gangsa
Gamelan yang dibuat dari bahan tembaga dicampur dengan timah
•Sengganen
Gamelan yang dibuat dari bahan plat-plat besi atau kuningan
•Wilahan
Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari logam atau kayu yang berbentuk
bilah
•Plangkan
Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari pada kayu yang dapat diperinci
sebagai berikut
•Rancakan :
Plangkan pada bonang dan kenong
•Pangkon :
Plangkan pada demung, saron barung dan penerus
•Grobokan :
Plangkan pada gender dan slentem
•Gayor :
Plangkan untuk menggantungkan kempul dan gong
•Pluntur
Tali tali pada gender, bonang, slentem, dan lain-lain
•Klante
Tali-tali pada kenong, kempul dan gong
C. Unsur-unsur dalam Seni Musik
Dalam Seni Musik terdapat 2
(dua) unsur yaitu : Vocal dan Instrument.
••Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia.
••Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan.
TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga
suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.
UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :
1. Artikulasi, adalah cara pengucapan katademi kata yang baik dan jelas.
2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian
disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan
keperluan.Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
– Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
– Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi,
karena akan cepat lelah.
– Pernafasar Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk
menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai
power dan stabilitas vocal yang baik.
Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
a. Pendengaran yang baik
b. Kontrol pernafasan
c. Rasa musical.
NADA adalah bunyi yang
memiliki getaran teratur tiap detiknya.Sifat nada ada 4
(empat):
1. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.
2. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
3. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
4. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.Suara manusia
ada 5 (lima):
1. Suara Wanita Dewasa:
– Sopran (suara tinggi wanita)
– Messo Sopran (suara sedang wanita)
– Alto (suara rendah wanita)
2.Suara Pria Dewasa :
– Tenor (suara tinggi pria)
– Bariton (suara sedang pria)
– Bas (suara rendah pria)
D. Lagu Daerah
1. Lagu Daerah Jambi
Batanghari, Dodoi Si Dodoi, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang
dan Timang-Timang Anakku Sayang.
2. Sumatera Selatan
Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Kabile-Bile dan Tari Tanggai.
3. Lagu Daerah Bengkulu
Lalan Belek, Sungai Suci dan Umang-umang.
4. Lagu Daerah Lampung
Lagu Lipang Lipandang merupakan satu-satunya lagu daerah yang berasal dari
Lampung.
5. Lagu Daerah Jakarta
Jali-Jali, Keroncong Kemayoran, Kicir-Kicir, Lenggang Kangkong, Ondel Ondel,
Ronggeng,
Sirih Kuning dan Surilang.
6. Lagu Daerah Jawa Barat
Bajing Luncat, Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Halo Halo Bandung, Manuk
Dadali,
Neng Geulis, Nenun, Panon Hideung, Pepepling, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Sapu
Nyere Pegat Simpai, Tokecang, dan Warung Pojok.
7. Lagu Daerah Jawa Tengah
Bapak Pucung, Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, dan
Jaranan.
8. Lagu Daerah Yogyakarta
Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, dan Te Kate Dipanah.
9. Lagu Daerah Jawa Timur
Cublak-cublak Suweng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Keraban Sape dan Tanduk
Majeng.
10. Lagu Daerah Banten
Dayung Sampan, Ibu, dan Jereh Bu Guru.
11. Lagu Daerah Bali
Dewa ayu, Janger, Macepet Cepetan, Mejangeran, Meyong-Meyong, Ngusak Asik,
Puteri
Ayu dan Ratu Anom.
12. Lagu Daerah Nusa
Tenggara Barat
Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana dan Tutu
Koda.
13. Lagu Daerah Nusa
Tenggara Timur
Anak Kambing Saya, Bolelebo, Desaku, Lerang Wutun, O Nina Noi, Orere, dan
Potong Bebek
Angsa.
14. Lagu Daerah Kalimantan
Barat
Lagu Cik-Cik Periuk merupakan satu-satunya lagu tradisional yang berasal dari
Kalimantan
Barat.
15. Lagu Daerah Kalimantan
Tengah
Kalayar, Naluya, Palu Lempong Popi dan Tumpi Wayu.
16. Lagu Daerah Kalimantan
Selatan
Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai dan Saputangan Bapuncu Ampat.
17. Lagu Daerah Kalimantan
Timur
Lagu Indung-Indung merupakan lagu daerah satu-satunya yang berasal dari Provinsi
Kalimantan Timur.
18. Lagu Daerah Sulawesi
Utara
Esa Mokan, Gadis Taruna, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo,
Tahanusangkara dan Tan
Mahurang.
19. Lagu Daerah Sulawesi
Tengah
Tondok Kadadingku dan Tope Gugu.
20. Lagu Daerah Sulawesi
Selatan
Ammac Ciang, Anak Kukang, Angin Mamiri, Ati Raja, Battibatti, Ganrang Pakarena,
Ma
Rencong, Marencong-rencong dan Pakarena.
21. Lagu Daerah Sulawesi
Tenggara
Peia Tawa-Tawa dan Tana Wolio.
22. Lagu Daerah Gorontalo
Binde Biluhuta dan Dabu-Dabu.
23. Lagu Daerah Maluku
Ambon Manise, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Kakatua, Burung Tantina, Goro-Goro
Ne,
Gunung Salahatu, Hela Rotan, Huhatee, Lembe-lembe, Mande-mande, Naik-Naik Ke
Puncak
Gunung, Nona Manis Siapa Yang Punya, O Ulate, Ole Sioh, Rasa Sayange,
Sarinande, Saule,
Sayang Kene, Tanase dan Waktu Hujan Sore-sore.
24. Lagu Daerah Papua
Apuse, Sajojo dan Yamko Rambe Yamko.
3. SENI TARI
A. Pengertian Tari
1. Haukin menyatakan bahwa
tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk
melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai
ungkapan si pencipta
2. Soedarsono menyatakan
bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis
yang indah
3. Soeryodiningrat
menyatakan bahwa tari merupakan gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi
musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari
Tari merupakan salah satu cabang seni, dimana media ungkap yang digunakan
adalah tubuh
4. Kamala Devi
Chattopadhyaya Seorang kritikus dan seniman India, mendefinisikan tari sebagai
gerakan-gerakan luar yang ritmis dan lama kelamaan tampak mengarah pada
bentuk-bentuk tertentu.
5. Corry Hartong Menurut
Corry Hartong, tari ialah gerakan yang berbentuk dari ritmis dari badan di
dalam ruang.
Tari merupakan perpaduan
antara wiraga,wirasa,dan wirama atau seni yang dihasilkan dari gerak mimic dan
enak dipandang, umumnya tariannya diiringi dengan musik
B. Bentuk Penyajian Tari
1. Tari Tunggal
Tari yang dimainkan oleh seorang orang penari
2. Tari Berpasangan
Tari yang dimainkan lebih dari satu orang dan harus ada unsur saling melengkapi
3. Tari Massal
Tari yang dimainkan oleh lebih dari satu orang tanpa ada unsur saling melengkapi
4. Drama Tari
C. Unsur unsur Seni Tari
Tari memiliki unsur dasar
tersendiri yang meliputi tiga aspek, antara lain:
1. Wiraga, yaitu dasar keterampilangerak dari bagian
fisik/tubuh penari, di antaranya gerakan jari-jari tangan,pergelangan tangan,
siku-siku tangan, bahu, leher, muka dan kepala, lutut, mulut, jari-jari kaki,
dada, perut, pinggul, biji mata, alis dan pergelangan kaki.
2.
Wirama, yaitu suatu pola pengaturan dinamika untuk mencapai gerakan yang
harmonis seperti aksen dan tempo tarian. Wirama terbagi menjadi dua, yaitu
wirama tandak dan wirama bebas.
3.
Wirasa, yaitu tingkatan penjiwaan dan penghayatan dalam tarian yang
diekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah penari sehingga melahirkan
keindahan, seperti halus, lembut, sedih, gembira, dan Iain-Iain.Agar gerakan
dalam tarian terlihat lebih indah, maka diperlukan unsur-unsur pendukung
terhadap tarian tersebut.
D. Unsur unsur pendukung seni
Unsur-unsur pendukung
tariterdiri dari gerak, properti, iringan, tata busana/ kostum, dan tata
pentas/panggung.
1. Gerak
Unsur pokok tari adalah gerak, gerak tari merupakan fungsional dari tubuh(gerak
bagian kepala,kaki, tangan, dan badan). Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh
manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian,olahraga, gerak
bermain, bekerja, dan gerak sehari-hari.Pada khususnya, tari
lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian, di mana gerak dalam tari
merupakan gerak yang sudah ditata indah. Gerakan bersifat lembutdan mengalir,
serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda
antara gerakan tari putra dan tari putri.
Gerak dapat dibedakan menjadi: gerak maknawi, murni atau wantah, imitatif, dan
imajinatif.
a. Gerak imitatif adalah gerakan tari yang dihasilkan dari
eksplorasi gerak tiruan dari alam.
b. Gerak imajinatif adalah gerak yang dihasilkan rekayasa
manusia.
c. Gerak maknawi adalah gerak tari yang mengandung arti
atau maksud tertentu.
d. Gerak murni adalah gerak yang tidak mengandung arti,
tetapi masih mempunyai unsur keindahan atau estetika.
2.
Properti
Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti
tari pada dasarnyadapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk
harapan tari secara baik, agar kesan garapan tari akan lebih
sempurna.Penggunaan properti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan
asas pakai properti secara baik danbenar. Hal ini dikarenakan proporsi
penggunaan properti tari secara mendasar menentukan penguasaanketerampilan
penari secara pokok.Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang
digunakan, menjadi salah satu teknik tari yangdibutuhkan dalam format garapan
tari yang berkuaiitas. Properti tari banyak ragam, bentuk, dan
jenisnya.Properti yang sering digunakan antara lain meliputi selendang
(sampur), kipas, rebana, payung, tongkat,keris, cundrik, pedang, mandau,
tombak, gendang, piring, panah, dan Iain-Iain.
3. Iringan
Iringan dalam tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesansebuah
tarian. Keduanya seiring dan sejalan sehingga hubungannya sangat erat dan dapat
membantu gerak lebih teratur dan ritmis.Musik yang dinamis dapat
menggugah suasana sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau
pesan tari. Oleh karenanya tari tersebut komunikatif.
4
Tata Busana/Kostum
Keberadaan kostum dalam sebuah pertunjukan bersifat mutlak, karena pada
dasarnya suatu tarian dapat terungkap dengan sempurna, jikaseluruh unsur
pendukung hadir didalamnya. Salah satu unsur pendukung yang penting dalam suatu
tarian adalah tata busana/kostum.Busana tari berfungsi untuk mendukung tema
atau isi tari dan untuk memperjelas peranan-peranandalam suatu sajian tari.
Busana tari secara umum terdiri atas baju, celana, kain, selendang, ikat
kepala, mahkota, dan Iain-Iain.Tata busana untuk
keperluan pementasan tafi biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya.
Alternatif bahan untuk pembuat busana tari bermacam-macam, dapat terbuat dari
kain, kertas, plastik, daun atau apa saja yang ada di sekitar kita, yang dapat
dimanfaatkan untuk bahan busana tari. Dalam tari tradisional, pada umumnya
desain busana taritidakjauh berbeda dengan busana adat setempat.
5 Tata
Pentas/Panggung
Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pergeiaran tari. Tata pentas
bukap hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik,namun juga berfungsi
untuk membantu penciptaan suasana yangterkait dengan konsep tari. Di atas
pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat benda-benda dan alat yang
berhubungan dengan tari, yang disebut dengan setting.Pentas yang dipahami dalam
pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang memiliki dua
jenis, yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka.
Jenis panggung tertutup disebut dengan prosenium. Cirinya para penari atau
pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Panggung tertutup berada
dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium.
Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak
beratap. Bentuknya bermacam-macam, yaitu berbentuk arena, pendopo, di halaman
pura, di halaman rumah atau di lapangan.
Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penari dapat dilihat dari berbagai
arah pandan
E. Prinsip Tari
Terdapat beberapa prinsip
dasar darisebuah tarian yang penting untuk diketahui, yaitu:
1. Harmoni
Harmoni atau keselarasan, keselarasanantara gerak, lagu, dan gerak tarian
antara penari yang satu dengan penari yang lain harus disusun menjadi sebuah
rangkaian yang berkaitan, berkesinambungan dalam sebuah harmoni yang baik
sehingga dapat menyampaikan pesan yang dimaksud.Harmoni juga merupakan paduan
penggunaan warna busana tari yang dapat memberi kesan sebuah karakter dengan
warna yang ada. Contohnya kuning dengan hijau, merah dengan biru atau kuning.
Namun misalnya untuk karakter lincah misalnya, tidak memadukan hitam dengan
ungu tua.
2. Keutuhan
Kesatuan dalam karya seni tari adalah membuat satu bentuk yang memiliki
keterkaitan unsur satu dengan yang lain berdasarkan sumber yang sama. Tari
adalah pertunjukan yang bermaksud menyampaikan suatu pesan tanpa kata, hanya
melalui mimik,gerak, lagu, dan tata busana. Oleh karenanya semua faktor yang
harus ada didalam sebuah tarian harus terangkai dengan lengkap dan utuh.Jika kita
ambil unsur terpenting yang menjadi titik pertemuan yang mengaitkan satu unsur
dengan usur lainnya sehingga berakhir pada sebuahtujuan yang sama, kesatuan dan
keutuhan sebuah karya seni tari adalah:
– Ide atau gagasan
– Tema
– Desain/motif gerak
– Dinamika iringan tari
– Dinamika rangkaian motif gerak
– Desain rias
– Desain busana
*.Ide/Gagasan dalam mengawali sebuah kreativitas harus jelas akar sumbernya
sehingga ketika tema ditentukan akan dengan mudah ke arah mana desain
gerak/motif gerak hingga menjadipola yang disusun menjadi sebuah bentuk yang
memiliki keterkaitan dengan tema tadi.
*.Gerak tari harus menimbulkan kesan karakter tertentu agar kreativitas
pemilihan iringan tari jelas menyusun dinamika dan suasana yang diinginkan
karakternya.
*.Respons iringan tari akan menegaskan suasana yang diinginkan dalam setiap
bagian pola gerak. Keterbacaan suasana ini bergantung kepada penyusunan
dinamika rangkaian motif gerak.
*.Keseluruhan unsur tadi harus didukung penegasan wujud visual dengan desain
rias dan busana sebuah tari.
3. Keseimbangan
Harus ada kesimbangan antara peran dan pemain, lagu dan gerak, waktu dan lama
pertunjukan. Sehingga pesan daritarian dapat tersampaikan dengan baik.
Keseimbangan yang dimaksud adalah proporsional dalam mengolah dimensi ruang,
waktu, tenaga yang ditentukan dengan jumlah dan ukuran. Proporsional dengan
pemahaman bahwa bukan jumlah penari yang harus sama, tetapi kedudukannya
seimbang dengan besarnya ruang atauarena pentas. Begitu pula dengan desain pola
lantai kedudukan penari, durasi waktu penyajian seimbang dengan tema tarian,
tidak bertele-tele seperti mengungkapkan sesuatu yang terlalu berbelit-belit.
Harus proporsional menggunakan tenaga karena jika semua gerakan menggunakan
tenaga yang kuat, akan menguras keringat penari dan melelahkan penonton.
4.
SENI THEATER
A.Pengertian Teater
Teater berasal dari bahasa
Yunani, yaitu theatron yang asal katanya theomai yang berarti “takjub melihat
atau memandang”. Dalam perkembangannya, teatermemiliki beberapa pengertian
sebagai berikut.
1. Teater diartikan sebagai gedung atau tempat pertunjukan (dikenal pada
zamanPlato).
2. Teater diartikan sebagai publik atau auditorium (dikenal pada
zamanHerodotus).
3. Teater diartikan pula sebagai pertunjukanatau karangan yang dipentaskan.
Teater bisa diartikan dengan dua cara,yaitudalam arti sempit dan arti luas.
1. Dalam arti sempit, teater bisa diartikan sebagaidrama (kisah hidup atau
kehidupan manusiabaik fiktif maupun nyata) yang diceritakandan dipentaskan di
atas panggung/pentas,kemudian didiskusikan olehorang banyakyang mengacu pada
panduan teks/naskah.
2. Dalam arti luas, teater adalah segalamacam pertunjukan atau tontonan
yangdipertunjukkan di depan khalayak ramai.Misalnya, wayang orang, lenong,
ketoprak,ludruk, arja, randai, reog, dan sebagainya.Jika dilihat dari de
finisinya, teater diartikan sebagai sebuah pertunjukan.Selain itu, teater juga
memiliki arti sebuah organisasi yang berupa wadah untukkumpulan orang-orang
pecinta teater. Secara umum istilah teater nusantara dapat diartikan sebagai
berikut.
1. Seluruh pertunjukan yangberlangsung di sebuah tempat baik di luar maupundi
dalam gedung dan disaksikan oleh orang banyak (penonton).
2. Arena pusat dari sebuah pertunjukan.
3. Panggung tempat pertunjukan.
4. Nama organisasi kelompok orang yang mencintai seni teater.
B.Sejarah Teater
Dalam sejarah dunia, teater
muncul sekitar abad ke-6 SM dari bangsa Yunani kuno yang telah mempunyai seni
pertunjukan yang disebut drama. Pertunjukandrama berasal dari upacara keagamaan
dalam bentuk pemujaan kepada Dewa Anggur bernama Dionysus. Teater pada zaman
Yunani Kuno biasanyadipertunjukkan secara umum di sebuah tempat yang bernama
theatron. Theatron merupakan bangunan khusus untuk pertunjukan drama, terbuka
tanpa atap, dan dibangun dilereng-lereng bukit.Di Italia, seni teater
berkembang sangat pesat dan mengalami masa kejayaan,baik dari segi panggung,
penambahan dekorasi, maupun penambahan ornamenserta layar pada tempat
pertunjukan sehingga melahirkan teater modern. Berbeda dengan zaman Yunani,
penonton teater di Italia terbatas pada kalangan tertentu,yaitu kalangan bangsawan.
Teater di Indonesia
Sementara itu di Indonesia, seni pertunjukan seperti teater sudah muncul
sejaklama. Teater Indonesia atau teater Nusantara ini mencakup teater
tradisional yangberasal dari daerah-daerah yang ada di Indonesia. Misalnya,
ketoprak dari Jawa,mak yong dari Riau, dan drama gong dari Bali. Pada awalnya,
teater tradisional ini dijadikan sebagai upacara keagamaan. Namun, seiring
berkembangnya zaman,beberapa teater tradisional menjadi sebuah pertunjukan
untuk tontonan saja.
Selanjutnya, memasuki abad ke-20 teater nusantaramengalami perubahansehingga
muncul teater modern. Teater modern ini merupakan teater yangdipengaruhi oleh
teater tradisional dan teater barat.Dengan adanya pengaruh daribarat, bentuk
pertunjukan teater modern jauh berbeda dengan teater tradisional.Perbedaan
tersebut antara lain terlihat dari cerita yang disuguhkan, penataanpanggung,
dan penataan cahaya. Munculnya teater modern pun memunculkan kelompok-kelompok
teater modern antara lain Teater Populer, Teater Kecil, TeaterKoma, Bengkel
Teater, Studiklub Teater Bandung, Teater Payung Hitam, dan TeaterGandrik.
vC.
Unsur-unsur Teater
Unsur-unsur dalam teater
antara lain :
1. Naskah/SkenenarioNaskah/Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan diaolog
yang duicapkan.
2. SkenarioSkenario merupakan nsakah drama (besar) atau film, yang isinya
lengkap, seperti : keadaan, properti, nama tokoh, karakter, petunjuk akting dan
sebagainya. Tujuan dari naskah/skenario untuk sutradara agar penyajiannya lebih
realistis.
3. Pemain/Pemeran/TokohPemain merupakan orang yang memeragakan tokoh tertentu
pada film/sinetron biasa disebut aktris/aktor
.• Macam-macam peran:
a. Peran Utama
Peran Utama Yaitu peran yang menjadi pusat perhatian penonton dalam suatu kisah
b. Peran PembantuPeran Pembantu Yaitu peran yang tidak menjadi pusat perhatian
c. Peran Tambahan/FiguranFiguran Yaitu peran yang diciptakan untuk memperkuat
gambar suasana
4.Sutradara
Sutradara merupakan orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan
atau pementasan teater/drama/film/sinetron.
5. Properti
Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan
dramaatau film. Contohnya : kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan
lain-lain
6. Penataan
Seluruh pekerja yang terkait dengan pendukung pementasan teater, antara lain:
a. Tata Rias
Tata Rias adalah cara mendadndani pemain dalam memerankan tokoh teater agar
lebih meyakinkan
b. Tata Busana
Tata Busana adalah pengaturan pakaina pemain agar mendukung keadaan yang
menghendaki. Contohnya : pakaian sekolah lain dengan pakaian harian
c. Tata Lampu
Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung
d. Tata Suara
Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara
7. Penonton
Penonton adalah undur dalam pementasan drama/teater/sandiwara ataufilm karena
sebagai saksi dari hasil akhir kerabat kerja. Penonton sebagai evaluator yang
mengapresiasi dan menilai hasil karya seni yang dipentaskan. Bentuk karya seni
akan sia-sia jika tidak memiliki penikmat karya. Pada setiap pementasan seni
pasti ada penonton. Penonton menonton untuk menghibur hatinya dan bagi
senimannya bisa sebagaievaluator dari karyanya.Contoh seni teater
D. Jenis-jenis Teater Tradisional Indonesia
1.Ketoprak dari Yogyakarta
2.Ludruk dari Surabaya
3.Wayang Orang dari Jawa Tengah/Yogyakarta.
4.Lenong dan Topeng Blantik dari Betawi
5.Mamanda dan Wayang Gong dari Kalimantan Selatan
6.Mak Yong dan Mendu dari Riau
7.Masres dari Indramayu
8.Randai dari Sumatera Barat
9.Dulmulk dari Sumatera Selatan
10.Bangsawan dari Sumatera Utara
11.Anak Ari dari Nusa Tenggara
12.Arya Barong Kecak dari Bali

1. HERBERT READ :
Seni adalah ekspresi dari penuangan hasil pengamatan dan pengalaman yang dihubungkan dengan perasaan, aktifitas fisik dan psikologis ke dalam bentuk karya.
Seni adalah penciptaan segala hal atau bentuk benda yang karena keindahan bentuknya maka orang senang melihatnya atau mendengarnya.
:Seni adalah kegiatan rohani yang dapat merepleksikan realitas ke dalam bentuk karya dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman rohani si penerimanya.
Seni dapat memenuhi salah satu kebutuhan manusia baik fisik maupun psikis. Fungsi seni dalam pemenuhan salah satu kebutuhan fisik lebih cenderung dipenuhi oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan praktis (applied arts), sedangkan kebutuhan psikis (rasa senang, sedih, haru, ngeri, duka dsb) dapat dipenuhi oleh karya seni yang memiliki fungsi dan tujuan ekspresi (fine arts).
Fungsi individual yang dirasakan perorangan dapat dirasakan oleh seniman dan bukan seniman yaitu melalui kegiatan kreasi dan atau apresiasi, kegiatan berkarya atau penikmatan karya seni.
a. Fungsi sosial seni dalam bidang keagamaan
~>Seni dapat digunakan sebagai salah satu wahana atau media dakwah, seni arsitektur dan dekorasi dalam tempat beribadah.
~>Penggunaan seni sebagai media dalam kegiatan pembelajaran, contoh: gambar/ilustrasi (seni rupa), nyanyian (seni musik), sosio drama (seni tari, teater dan sastera).
~>Seni yang bertujuan praktis (applied arts) maupun yang bertujuan ekspresi (fine arts), keduanya memiliki fungsi menyampaikan pesan dari individu, kelompok, organisasi, lembaga atau institusi kepada khalayak.
~>Dalam hal ini seni sebagai karya yang dipertunjukan atau dipamerkan maupun seni sebagai elemen yang menunjang sarana tempat hiburan itu sendiri baik unsur dekorasi interior atau eksterior, arsitektur
2. Seni rupa dengan unsur utamanya adalah unsur-unsur rupa
3. Seni tari dengan unsur utamanya gerak
4. Seni sastera dengan unsur utama bahasa
5. Seni peran (teater) disajikan dengan akting meliputi unsur bahasa, gerak, dan musik
Pengertian seni rupa yang lainnya, adalah salah satu cabang seni yang diciptakan manusia dengan menggunakan rupa sebagai medium pengungkapan gagasan seni.
Applied Art/Seni Rupa Terapan adalah hasil karya seni rupa yang dapat digunakan untuk keperluan kehidupan sehari hari.
Media berkarya seni rupa dua dimensi meliputi bahan dan alat untuk menggambar. Beragam pilihan media ber- karya seni rupa dua dimensi antara lain sebagai berikut.
a. Pensil, merupakan alat yang dapat digunakan meng- gambar secara utuh atau sketsa saja. Kepekatan warna pensil dibedakan dengan inisial,yaitu H, B, dan HB.
a. Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan alat pahat. Misalnya, membuat patung danrelief dengan bahan dasar kayudan batu.
a. Seni rupa murni (fine arts/pure arts)
Yaitu cabang seni rupa yang dibuat semata-mata untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Jenis seni rupa ini lebih bertujuan estetis dan ekspresi si pembuatnya, sehingga baik si pencipta maupun yang menikmati tebih merasakan fungsi pemenuhan kebutuhan psikis (batin). Termasuk kedalam kelompok ini adalah : seni lukis, seni patung, seni grafis dll.
Yaitu cabang seni rupa yang dibuat untuk dinikmati nilai kegunaanya. Karya seni rupa ini lebih mengutamakan nilai praktis atau pakai, tetapi tidak mengabaikan nilai estetis. Contoh karya seni rupa terapan diantaranya : seni reklame, seni ilustrasi, seni arsitertur, seni dekorasi, seni kriya dll.
a. Seni rupa 2 dimensi (dwimatra) Karya seni rupa berupa bidang datar dan hanya bisa dinikmati dari satu arah pandangan saja (dari depan), seperti : lukisan, relief, gambar, grafis dll.
Salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya.
Salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam, atau bahan-bahan industri seperti logam,serat gelas, dan lain-lain.
Merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Teknik cetak konvensional antara lain :
√Cetak Tinggi ( Relief Print )
wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print
√Cetak Dalam ( Intaglio )
dry point, etsa, mizotint,sugartint
sablon ( silk screen )
√Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.
Termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional
Unsur-unsur itu terdiri dari :
1.Titik /Bintik
~>Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila berkumpul atau berwarna beda.Titikyang membesar biasa disebut bintik.
~>Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya. Pengertian lain dari garis adalah kumpulan titik yang bertangkai.
~>Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya
~>Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.
Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga dimensi.
••Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas garis yang disebut kontur. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga, segi empat, trapesium dan lingkaran.
••Bentuk tiga dimensi dibatasi oleh ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas, prisma, kerucut, dan silinder.
••Bentuk teratur kubus dan persegi, baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis, stabil, dan formal. Bila menjulang tinggi sifatnya agung dan stabil.
••Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis, labil dan bergerak.
••Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif, energik, tajam, dan mengarah.
••Bentuk figuratif
Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam (nature). Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia ataupun alam lainnya.
Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita sebut dengan istilah stilasi atau deformasi. Di sini bentuk figuratif diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk baru yang kadang-kadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama sekali. Contoh bentuk ini, misalnya abstraksi manusia menjadi topeng atau wayang, abstraksi binatang seperti burung garuda dan abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan.
Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-karya seni dekoratif seperti pada batik, hiasan keramik, karya ukiran, dan lain-lain.
Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif, artinya
bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan dari bentuk-bentuk alam. Ada tiga macam bentuk abstrak, yaitu bentuk abstrak murni, abstrak simbolis, dan abstrak filosofis.
√Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda, misalnya segitiga, prisma, kursi, lemari, sepatu, buku, rumah, dan lain-lain. √Bentuk simbolis, misalnya huruf, tanda baca, rambu-rambu, lambang, dan lain-lain.
√Bentuk abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang mempunyai nilai-nilai tertentu, misalnya agama, kepercayaan, dan lainnya.
~>Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua, yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk.
~> Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna, sifat warna, dan makna warna.
••Jenis warna
Dalam sistem Prang (The Prang System), warna dalam hal ini adalah pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai berikut :
√ Warna primer, yaitu tiga warnapokok yakni merah, biru, dan kuning.
√ Warna sekunder / biner, yaitu perpaduan antara 2 warna primer
dan menghasilkan warna hijau,jingga dan ungu.
√ Warna intermediate, yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder, menghasilkan warna kuning hijau,hijau-biru, biru-ungu, merah-ungu,merah-jingga, dan kuning-jingga.
√ Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna
intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna.
√ Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna.
••Sifat warna
Sifat warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan intensity.
√Hue
Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari
suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue.
√Value
Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. Untuk mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambahputih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Value yang berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Close value adalah value yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.
√Intensity
Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau
suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut.
Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warna dapat dibagi dalam tiga tipe yakni
°°Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna, misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda.
°°Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadap-hadapan, memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga, dan merah kontras hijau.
°°Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning.
Sebagaimana unsur desain yang lain, warna juga mempunyai makna yang berbeda, antara lain sebagai berikut :
√Merah mempunyai makna api, panas, marah, bahaya, aksi, gagah, berani, hidup, riang dan dinamis.
√Putih mempunyai makna suci, mati, bersih, tak berdosa, dan jujur.
√Kuning mempunyai makna matahari, cerah, sukacita, terang, iri, dan benci.
√Kuning emas mempunyai makna masyhur, agung, luhur, dan jaya.
√Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh.
√Jingga mempunyai makna masak, bahagia, senja, riang, mashur, dan agung.
√Biru mempunyai makna tenang, kenyataan, damai, kebenaran, kesedihan dan setia.
√Hijau mempunyai makna dingin, sejuk, tenang, segar, mentah, pertumbuhan, dan harapan.
√Merah muda mempunyai makna romantis, dan ringan.
√Ungu mempunyai makna kekayaan, berkabung, bangsawan, mewah, berduka cita, dan mengandung rahasia.
√Hitam mempunyai makna tragedi, kematian, duka, kegelapan, gaib, tegas, dan dalam.
Contoh :
bendera tanda adanya kematian, di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. Di Yogjakarta, bendera merah, di Jakarta kuning, di Sulawesi putih, di Sumatera merah, dan sebagainya.
Di negeri China, warna merah berarti Cinta, sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani.
Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu. Suatu permukaan mungkin kasar, mungkin juga halus, mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu, sebagai berikut :
••Tekstur nyata
Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas, kain sutera berbeda dengan plastik, dan lain sebagainya. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam, tekstur buatan dan tekstur reproduksi.
√Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam, misalnya daun, kulit kayu, permukaan batu, dan lainnya. √Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-benda alam, seperti tikar (dari daun yang disusun), goni (dari pasir dan kertas). Sedangkan tekstur reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya, misalnya wallpaper.
••Tekstur semu
Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif.
Selain nilai raba pada suatu permukaan, tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Sebuah kubus dari besai yang berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong
1. Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi. Untuk menyusun satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-unsur dapat berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki kesatuan.
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan.
Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang berlawanan.Perbedaan yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak monoton.
Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan susunan dengan irama yang harmonis.
Gradasi adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna secara berangsur-angsur.
Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.
Keserasian merupakan prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur rupa walaupun berasal dari berbagai bentuk yang berbeda. Tujuan keserasian adalah menciptakan keselarasan dan keharmonisan dari unsur-unsur yang berbeda.
Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi.
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan.
Aksentuasi adalah unsur yang sangat menonjol atau berbeda dengan unsur-unsur yang ada di sekitamya.
Karya-karya lukisanya adalah saksi sejarah, banyak menceritakan mengenai situasi pada jaman perjuangan dan kehidupan masyarakat khususnya Jawa. Salah satu karya lukisanya yang terkenal adalah Penangkapan Diponegoro,. Gaya aliran Lukisan saleh adalah gaya Naturalism, Realism dan Klasik.
Salah satu karya lukisan Raden Saleh berjudul ” Berburu” media lukisan cat minyak diatas canvas, dikoleksi oleh Museum Mesdag, Belanda.
Gaya aliran Lukisanya adalah gaya baru dalam aliran lukisan modern khususnya ekspresionism. Karya-karya Lukisanya banyak mendapatkan apresiasi dari para pengamat seni baik dari dalam dan luar negeri, beliau aktif berpameran tunggal di Negara-negara seperti: Inggris, Eropa, Amerika dan India, pada masa Tahun 1950-an.
Gaya aliran Lukisan Affandi adalah Abstrak yang masuk dalam bagian aliran ekspresionism.
Salah satu karya lukisan Affandi berjudul “Wajah – wajah putra Irian” , media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 98cm X 126cm, dibuat tahun 1974
gaya aliran Lukisan Basuki Abdullah adalah Realism dan Naturalism.
Salah satu lukisan Basuk Abdullah berjudul ” Diponegoro memimpin pertempuran ” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 150cm X 120cm, dibuat tahun 1940
Karakter Lukisan beliau sangat berani dengan ekspresi goresan cat tebal, dan ekspresi warna kontras apa adanya, karya Lukisanya banyak dikoleksi oleh para kolektor dalam negeri. Perjalanan Aliran Lukisan karya Hendra Gunawan pada awalnya adalah realism yang melukiskan tema-tema mengenai perjuangan sebelum kemerdekaan, namun setelah era kemerdekaan, karya-karya lukisan ber metamorfosa kedalam aliran lukisan ekspresionism, tema-tema lukisanya mengenai sisi-sisi kehidupan masyarakat pedesaan.
Salah satu lukisan karya Hendra Gunawan berjudul ” Mencari kutu rambut ” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 84cm X 65cm, dibuat tahun 1953.
. Lukisanya mempunyai karakter Goresan ekspresif dan sedikit bertekstur, goresan dan sapuan bagai dituang begitu saja ke kanvas.
Pada periode sebelum kemerdekaan, karya lukisan S.Sudjojono banyak bertema mengenai semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajahan Belanda, namun setelah jaman kemerdekaan lalu karya Lukisanya banyak bertema mengenai pemandangan Alam, Bunga, aktifitas kehidupan masayarakat, dan cerita budaya.
Salah satu lukisan karya S. Sudjojono berjudul ” Seko (perintis gerilya), media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 173,5cm X 194cm
Lukisan Popo Iskandar banyak dikoleksi dan sekaligus dijadikan sebagai icon dalam rumah bergaya modern dan minimalis, karya-karya Lukisanya banyak mendapatkan apresiasi dari para pengamat seni, baik dalam dan luar negeri.
Salah satu lukisan karya Popo Iskandar berjudul ” Kucing mata hijau “, media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 30cm X 40cm
. Gaya aliran lukisan karya Srihadi Soedarsono masuk dalam gaya aliran lukisan modern kontemporer.
Salah satu lukisan karya Srihadi berjudul ” Borobudur II “, media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 95cm X 140cm, dibuat tahun 1982
mempunyai gaya dan karakter Lukisan yang khas, beliau banyak mengkritisi dalam tatanan kehidupan sosial melalui karya Lukisanya.
Gaya aliran lukisan karya Joko Pekik masuk dalam gaya aliran lukisan realisme sosialis.
alah satu lukisan karya Djoko Pekik berjudul “Berburu celeng” lukisan seharga Rp. 1 Miliar, dibuat tahun 1998.
Lukisan karya Jeihan harganya terus merangkak naik seiring dengan naiknya kepopuleran nama dan karya-karya Lukisanya. Lukisan karya Jeihan termasuk dalam gaya aliran lukisan figurative modern.
Salah satu lukisan Jeihan berjudul “Gadis berbaju putih” media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 60cm X 49cm, dibuat tahun 1975
10. WIDAYAT ( Kutoarjo, Jawa Tengah 1919 2002 )
sebagain besar karya Lukisanya bertema mengenai Alam, tumbuhan dan fauna dilukis dalam gaya batik kontemporer.
Sang Pelukis maestro Widayat mengasah talentanya di ASRI ( Akademi Seni Rupa Indonesia ) Jogja, yang di lalu hari didaulat untuk mengajar di akademi seni rupa itu. Semasa hidupnya beliau sering mengadakan pameran baik tunggal ataupun kelompok, di dalam dan luar negeri ( Italy, Kuwait dan Singapura ). Beberapa penghargaan dibidang seni pernah disandangnya, atas dedikasinya dalam bidang seni rupa.
1. Jamalus (1988)
Musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan.
Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya dilakukan melalui suara atau bunyi-bunyian.
Musik ialah: Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada,vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional
Karawitan berasal dari kata : ka rawit an, rawit artinya halus
Karawitan menurut arti katanya adalah Kehalusan
•Karawitan menurut arti luas adalah Musik
•Karawitan menurut arti khusus adalah seni suara gamelan yang berlaraskan pelog slendro
•Suara (Swabawa) :
Sesuatu yang kita ketahui sumber bunyinya
•Desah :
Sesuatu yang tidak kita ketahui sumber bunyinya
•Nada :
Suara yang tertentu dan mempunyai jumlah getaran tiap detik
Menurut arti khususnya, Laras adalah Enak didengar/indah
Menurut arti luasnya, Laras adalah Urut-urutan nada dalam satu gembyangan yang tertentu tinggi rendahnya dan tertentu banyaknya.
Menggembyang adalah bila kita menabuh dengan dua kanan kiri bersama dengan atara 4 nada (mengapit)
Contoh : 123561
Nama-Nama Ricikan Gamelan :
√Rebab
Hanya satu jenis saja. Untuk keperluan dua perangkat gamelan pelog dan slendro dibutuhkan dua buah rebab (satu untuk slendro dan satunya untuk pelog)
√Kendang
Berfungsi :
Sebagai pemimpin irama/gendhing
Sebagai pembentuk karakter/suasana gendhing
Ada 4 macam, yaitu :
~>Kendang Ageng/Kendang Gendhing dengan diameter 45 cm
Kendang Wayangan dengan diameter 40 cm
~>Kendang Batangan (Kendang Ciblon) dengan diameter 33 cm
~>Kendang Ketipung dengan diameter 25 cm
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu :
Satu untuk gender Slendro
Satu untuk gender Pelog Nem
Satu untuk gender Pelog Barang
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai tiga buah gender, yaitu :
Satu untuk gender Slendro
Satu untuk gender Pelog Nem
Satu untuk gender Pelog Barang
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung :
Satu ricikan bonang barung Slendro
Satu ricikan bonang barung Pelog
Bonang Penerus
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah bonang barung :
Satu ricikan bonang barung Slendro
Satu ricikan bonang barung Pelog
Saron Barung
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,
Satu untuk laras slendro
Satu untuk laras pelog
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,
Satu untuk laras slendro
Satu untuk laras pelog
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,
Satu untuk laras slendro
Satu untuk laras pelog
Berfungsi sebagai pemangku nada
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 10 pencon kenong
5 Pencon kenong slendro, yaitu bernada : 2 3 5 6 1
5 Pencon kenong pelog, yaitu bernada : 2 3 5 6 7
Kempul
Berfungsi sebagai pemangku irama
Tiap gamelan mempunyai kempul komplit slendro/pelog 10 buah
5 buah laras slendro
5 buah laras pelog
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah ketuk dan 2 buah kempyang. Untuk ketuk slendro larasnya 2, untuk ketuk pelog larasnya 6
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah clempung, yaitu :
1 untuk laras slendro dan 1 untuk laras pelog
Siter
untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2
bentuknya seperti clempung, namun bentuknya lebih kecil
untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2, Bentuknya lebih kecil lagi. Nadanya 1 oktav lebih kecil dari siter
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah gambang, yaitu gambang slendro dan gambang pelog
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah suling, yaitu suling slendro dan suling pelog
Berfungsi sebagai penanda koma dan titik pada kalimat lagu
Gamelan Slendro dan Pelog mempunyai 3 buah gong
•Gamelan Seperangkat
Gamelan laras slendro atau pelog yang komplit ricikannya
•Gamelan Sepangkon
2 Perangkat gamelan Slendro dan Pelog
•Gangsa
Gamelan yang dibuat dari bahan tembaga dicampur dengan timah
•Sengganen
Gamelan yang dibuat dari bahan plat-plat besi atau kuningan
•Wilahan
Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari logam atau kayu yang berbentuk bilah
•Plangkan
Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari pada kayu yang dapat diperinci sebagai berikut
•Rancakan :
Plangkan pada bonang dan kenong
•Pangkon :
Plangkan pada demung, saron barung dan penerus
•Grobokan :
Plangkan pada gender dan slentem
•Gayor :
Plangkan untuk menggantungkan kempul dan gong
•Pluntur
Tali tali pada gender, bonang, slentem, dan lain-lain
•Klante
Tali-tali pada kenong, kempul dan gong
••Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia.
••Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan.
TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.
UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :
1. Artikulasi, adalah cara pengucapan katademi kata yang baik dan jelas.
2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
– Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
– Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
– Pernafasar Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
a. Pendengaran yang baik
b. Kontrol pernafasan
c. Rasa musical.
1. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.
2. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
3. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
4. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.Suara manusia ada 5 (lima):
1. Suara Wanita Dewasa:
– Sopran (suara tinggi wanita)
– Messo Sopran (suara sedang wanita)
– Alto (suara rendah wanita)
2.Suara Pria Dewasa :
– Tenor (suara tinggi pria)
– Bariton (suara sedang pria)
– Bas (suara rendah pria)
Batanghari, Dodoi Si Dodoi, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang dan Timang-Timang Anakku Sayang.
Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Kabile-Bile dan Tari Tanggai.
Lalan Belek, Sungai Suci dan Umang-umang.
Lagu Lipang Lipandang merupakan satu-satunya lagu daerah yang berasal dari Lampung.
Jali-Jali, Keroncong Kemayoran, Kicir-Kicir, Lenggang Kangkong, Ondel Ondel, Ronggeng,
Sirih Kuning dan Surilang.
Bajing Luncat, Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Halo Halo Bandung, Manuk Dadali,
Neng Geulis, Nenun, Panon Hideung, Pepepling, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Sapu
Nyere Pegat Simpai, Tokecang, dan Warung Pojok.
Bapak Pucung, Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, dan Jaranan.
Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, dan Te Kate Dipanah.
Cublak-cublak Suweng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Keraban Sape dan Tanduk Majeng.
10. Lagu Daerah Banten
Dayung Sampan, Ibu, dan Jereh Bu Guru.
Dewa ayu, Janger, Macepet Cepetan, Mejangeran, Meyong-Meyong, Ngusak Asik, Puteri
Ayu dan Ratu Anom.
Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana dan Tutu Koda.
Anak Kambing Saya, Bolelebo, Desaku, Lerang Wutun, O Nina Noi, Orere, dan Potong Bebek
Angsa.
Lagu Cik-Cik Periuk merupakan satu-satunya lagu tradisional yang berasal dari Kalimantan
Barat.
Kalayar, Naluya, Palu Lempong Popi dan Tumpi Wayu.
Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai dan Saputangan Bapuncu Ampat.
Lagu Indung-Indung merupakan lagu daerah satu-satunya yang berasal dari Provinsi
Kalimantan Timur.
Esa Mokan, Gadis Taruna, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo, Tahanusangkara dan Tan
Mahurang.
Tondok Kadadingku dan Tope Gugu.
Ammac Ciang, Anak Kukang, Angin Mamiri, Ati Raja, Battibatti, Ganrang Pakarena, Ma
Rencong, Marencong-rencong dan Pakarena.
Peia Tawa-Tawa dan Tana Wolio.
Binde Biluhuta dan Dabu-Dabu.
Ambon Manise, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Kakatua, Burung Tantina, Goro-Goro Ne,
Gunung Salahatu, Hela Rotan, Huhatee, Lembe-lembe, Mande-mande, Naik-Naik Ke Puncak
Gunung, Nona Manis Siapa Yang Punya, O Ulate, Ole Sioh, Rasa Sayange, Sarinande, Saule,
Sayang Kene, Tanase dan Waktu Hujan Sore-sore.
Apuse, Sajojo dan Yamko Rambe Yamko.
Tari merupakan salah satu cabang seni, dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh
Tari yang dimainkan oleh seorang orang penari
2. Tari Berpasangan
Tari yang dimainkan lebih dari satu orang dan harus ada unsur saling melengkapi
3. Tari Massal
Tari yang dimainkan oleh lebih dari satu orang tanpa ada unsur saling melengkapi
4. Drama Tari
1. Wiraga, yaitu dasar keterampilangerak dari bagian fisik/tubuh penari, di antaranya gerakan jari-jari tangan,pergelangan tangan, siku-siku tangan, bahu, leher, muka dan kepala, lutut, mulut, jari-jari kaki, dada, perut, pinggul, biji mata, alis dan pergelangan kaki.
Unsur pokok tari adalah gerak, gerak tari merupakan fungsional dari tubuh(gerak bagian kepala,kaki, tangan, dan badan). Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian,olahraga, gerak bermain, bekerja, dan gerak sehari-hari.Pada khususnya, tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian, di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah ditata indah. Gerakan bersifat lembutdan mengalir, serta terputus-putus dan tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri.
Gerak dapat dibedakan menjadi: gerak maknawi, murni atau wantah, imitatif, dan imajinatif.
a. Gerak imitatif adalah gerakan tari yang dihasilkan dari eksplorasi gerak tiruan dari alam.
b. Gerak imajinatif adalah gerak yang dihasilkan rekayasa manusia.
c. Gerak maknawi adalah gerak tari yang mengandung arti atau maksud tertentu.
d. Gerak murni adalah gerak yang tidak mengandung arti, tetapi masih mempunyai unsur keindahan atau estetika.
Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti tari pada dasarnyadapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk harapan tari secara baik, agar kesan garapan tari akan lebih sempurna.Penggunaan properti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan asas pakai properti secara baik danbenar. Hal ini dikarenakan proporsi penggunaan properti tari secara mendasar menentukan penguasaanketerampilan penari secara pokok.Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan, menjadi salah satu teknik tari yangdibutuhkan dalam format garapan tari yang berkuaiitas. Properti tari banyak ragam, bentuk, dan jenisnya.Properti yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur), kipas, rebana, payung, tongkat,keris, cundrik, pedang, mandau, tombak, gendang, piring, panah, dan Iain-Iain.
Iringan dalam tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesansebuah tarian. Keduanya seiring dan sejalan sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis.Musik yang dinamis dapat menggugah suasana sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari. Oleh karenanya tari tersebut komunikatif.
Keberadaan kostum dalam sebuah pertunjukan bersifat mutlak, karena pada dasarnya suatu tarian dapat terungkap dengan sempurna, jikaseluruh unsur pendukung hadir didalamnya. Salah satu unsur pendukung yang penting dalam suatu tarian adalah tata busana/kostum.Busana tari berfungsi untuk mendukung tema atau isi tari dan untuk memperjelas peranan-peranandalam suatu sajian tari. Busana tari secara umum terdiri atas baju, celana, kain, selendang, ikat kepala, mahkota, dan Iain-Iain.Tata busana untuk keperluan pementasan tafi biasanya dirancang khusus sesuai dengan tema tarinya. Alternatif bahan untuk pembuat busana tari bermacam-macam, dapat terbuat dari kain, kertas, plastik, daun atau apa saja yang ada di sekitar kita, yang dapat dimanfaatkan untuk bahan busana tari. Dalam tari tradisional, pada umumnya desain busana taritidakjauh berbeda dengan busana adat setempat.
Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pergeiaran tari. Tata pentas bukap hanya untuk kepentingan pencapaian efek artistik,namun juga berfungsi untuk membantu penciptaan suasana yangterkait dengan konsep tari. Di atas pentas biasanya dilengkapi dengan seperangkat benda-benda dan alat yang berhubungan dengan tari, yang disebut dengan setting.Pentas yang dipahami dalam pengertian tempat menari dikenal dengan istilah panggung yang memiliki dua jenis, yaitu jenis panggung tertutup dan terbuka.
Jenis panggung tertutup disebut dengan prosenium. Cirinya para penari atau pemain hanya dapat dilihat dari satu arah pandang. Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut dengan auditorium.
Panggung terbuka adalah panggung yang berada di tempat terbuka dan tidak beratap. Bentuknya bermacam-macam, yaitu berbentuk arena, pendopo, di halaman pura, di halaman rumah atau di lapangan.
Ciri panggung terbuka adalah pemain atau penari dapat dilihat dari berbagai arah pandan
1. Harmoni
Harmoni atau keselarasan, keselarasanantara gerak, lagu, dan gerak tarian antara penari yang satu dengan penari yang lain harus disusun menjadi sebuah rangkaian yang berkaitan, berkesinambungan dalam sebuah harmoni yang baik sehingga dapat menyampaikan pesan yang dimaksud.Harmoni juga merupakan paduan penggunaan warna busana tari yang dapat memberi kesan sebuah karakter dengan warna yang ada. Contohnya kuning dengan hijau, merah dengan biru atau kuning. Namun misalnya untuk karakter lincah misalnya, tidak memadukan hitam dengan ungu tua.
Kesatuan dalam karya seni tari adalah membuat satu bentuk yang memiliki keterkaitan unsur satu dengan yang lain berdasarkan sumber yang sama. Tari adalah pertunjukan yang bermaksud menyampaikan suatu pesan tanpa kata, hanya melalui mimik,gerak, lagu, dan tata busana. Oleh karenanya semua faktor yang harus ada didalam sebuah tarian harus terangkai dengan lengkap dan utuh.Jika kita ambil unsur terpenting yang menjadi titik pertemuan yang mengaitkan satu unsur dengan usur lainnya sehingga berakhir pada sebuahtujuan yang sama, kesatuan dan keutuhan sebuah karya seni tari adalah:
– Ide atau gagasan
– Tema
– Desain/motif gerak
– Dinamika iringan tari
– Dinamika rangkaian motif gerak
– Desain rias
– Desain busana
*.Ide/Gagasan dalam mengawali sebuah kreativitas harus jelas akar sumbernya sehingga ketika tema ditentukan akan dengan mudah ke arah mana desain gerak/motif gerak hingga menjadipola yang disusun menjadi sebuah bentuk yang memiliki keterkaitan dengan tema tadi.
*.Gerak tari harus menimbulkan kesan karakter tertentu agar kreativitas pemilihan iringan tari jelas menyusun dinamika dan suasana yang diinginkan karakternya.
*.Respons iringan tari akan menegaskan suasana yang diinginkan dalam setiap bagian pola gerak. Keterbacaan suasana ini bergantung kepada penyusunan dinamika rangkaian motif gerak.
*.Keseluruhan unsur tadi harus didukung penegasan wujud visual dengan desain rias dan busana sebuah tari.
Harus ada kesimbangan antara peran dan pemain, lagu dan gerak, waktu dan lama pertunjukan. Sehingga pesan daritarian dapat tersampaikan dengan baik. Keseimbangan yang dimaksud adalah proporsional dalam mengolah dimensi ruang, waktu, tenaga yang ditentukan dengan jumlah dan ukuran. Proporsional dengan pemahaman bahwa bukan jumlah penari yang harus sama, tetapi kedudukannya seimbang dengan besarnya ruang atauarena pentas. Begitu pula dengan desain pola lantai kedudukan penari, durasi waktu penyajian seimbang dengan tema tarian, tidak bertele-tele seperti mengungkapkan sesuatu yang terlalu berbelit-belit. Harus proporsional menggunakan tenaga karena jika semua gerakan menggunakan tenaga yang kuat, akan menguras keringat penari dan melelahkan penonton.
1. Teater diartikan sebagai gedung atau tempat pertunjukan (dikenal pada zamanPlato).
2. Teater diartikan sebagai publik atau auditorium (dikenal pada zamanHerodotus).
3. Teater diartikan pula sebagai pertunjukanatau karangan yang dipentaskan.
Teater bisa diartikan dengan dua cara,yaitudalam arti sempit dan arti luas.
1. Dalam arti sempit, teater bisa diartikan sebagaidrama (kisah hidup atau kehidupan manusiabaik fiktif maupun nyata) yang diceritakandan dipentaskan di atas panggung/pentas,kemudian didiskusikan olehorang banyakyang mengacu pada panduan teks/naskah.
2. Dalam arti luas, teater adalah segalamacam pertunjukan atau tontonan yangdipertunjukkan di depan khalayak ramai.Misalnya, wayang orang, lenong, ketoprak,ludruk, arja, randai, reog, dan sebagainya.Jika dilihat dari de finisinya, teater diartikan sebagai sebuah pertunjukan.Selain itu, teater juga memiliki arti sebuah organisasi yang berupa wadah untukkumpulan orang-orang pecinta teater. Secara umum istilah teater nusantara dapat diartikan sebagai berikut.
1. Seluruh pertunjukan yangberlangsung di sebuah tempat baik di luar maupundi dalam gedung dan disaksikan oleh orang banyak (penonton).
2. Arena pusat dari sebuah pertunjukan.
3. Panggung tempat pertunjukan.
4. Nama organisasi kelompok orang yang mencintai seni teater.
Teater di Indonesia
Sementara itu di Indonesia, seni pertunjukan seperti teater sudah muncul sejaklama. Teater Indonesia atau teater Nusantara ini mencakup teater tradisional yangberasal dari daerah-daerah yang ada di Indonesia. Misalnya, ketoprak dari Jawa,mak yong dari Riau, dan drama gong dari Bali. Pada awalnya, teater tradisional ini dijadikan sebagai upacara keagamaan. Namun, seiring berkembangnya zaman,beberapa teater tradisional menjadi sebuah pertunjukan untuk tontonan saja.
Selanjutnya, memasuki abad ke-20 teater nusantaramengalami perubahansehingga muncul teater modern. Teater modern ini merupakan teater yangdipengaruhi oleh teater tradisional dan teater barat.Dengan adanya pengaruh daribarat, bentuk pertunjukan teater modern jauh berbeda dengan teater tradisional.Perbedaan tersebut antara lain terlihat dari cerita yang disuguhkan, penataanpanggung, dan penataan cahaya. Munculnya teater modern pun memunculkan kelompok-kelompok teater modern antara lain Teater Populer, Teater Kecil, TeaterKoma, Bengkel Teater, Studiklub Teater Bandung, Teater Payung Hitam, dan TeaterGandrik.
1. Naskah/SkenenarioNaskah/Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan diaolog yang duicapkan.
2. SkenarioSkenario merupakan nsakah drama (besar) atau film, yang isinya lengkap, seperti : keadaan, properti, nama tokoh, karakter, petunjuk akting dan sebagainya. Tujuan dari naskah/skenario untuk sutradara agar penyajiannya lebih realistis.
3. Pemain/Pemeran/TokohPemain merupakan orang yang memeragakan tokoh tertentu pada film/sinetron biasa disebut aktris/aktor
.• Macam-macam peran:
a. Peran Utama
Peran Utama Yaitu peran yang menjadi pusat perhatian penonton dalam suatu kisah
b. Peran PembantuPeran Pembantu Yaitu peran yang tidak menjadi pusat perhatian
c. Peran Tambahan/FiguranFiguran Yaitu peran yang diciptakan untuk memperkuat gambar suasana
4.Sutradara
Sutradara merupakan orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater/drama/film/sinetron.
5. Properti
Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan dramaatau film. Contohnya : kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain-lain
6. Penataan
Seluruh pekerja yang terkait dengan pendukung pementasan teater, antara lain:
a. Tata Rias
Tata Rias adalah cara mendadndani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih meyakinkan
b. Tata Busana
Tata Busana adalah pengaturan pakaina pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki. Contohnya : pakaian sekolah lain dengan pakaian harian
c. Tata Lampu
Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung
d. Tata Suara
Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara
7. Penonton
Penonton adalah undur dalam pementasan drama/teater/sandiwara ataufilm karena sebagai saksi dari hasil akhir kerabat kerja. Penonton sebagai evaluator yang mengapresiasi dan menilai hasil karya seni yang dipentaskan. Bentuk karya seni akan sia-sia jika tidak memiliki penikmat karya. Pada setiap pementasan seni pasti ada penonton. Penonton menonton untuk menghibur hatinya dan bagi senimannya bisa sebagaievaluator dari karyanya.Contoh seni teater
2.Ludruk dari Surabaya
3.Wayang Orang dari Jawa Tengah/Yogyakarta.
4.Lenong dan Topeng Blantik dari Betawi
5.Mamanda dan Wayang Gong dari Kalimantan Selatan
6.Mak Yong dan Mendu dari Riau
7.Masres dari Indramayu
8.Randai dari Sumatera Barat
9.Dulmulk dari Sumatera Selatan
10.Bangsawan dari Sumatera Utara
11.Anak Ari dari Nusa Tenggara
12.Arya Barong Kecak dari Bali
Komentar
Posting Komentar